{"id":926,"date":"2013-05-23T09:32:54","date_gmt":"2013-05-23T02:32:54","guid":{"rendered":"http:\/\/wg-tenure.org\/?p=926"},"modified":"2021-03-09T02:57:36","modified_gmt":"2021-03-08T19:57:36","slug":"target-tak-jelas-perbaikan-tata-kelola-sulit-tercapai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/2013\/05\/23\/target-tak-jelas-perbaikan-tata-kelola-sulit-tercapai\/","title":{"rendered":"Target Tak Jelas, Perbaikan Tata Kelola Sulit Tercapai"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: justify;\">INPRES MORATORIUM<\/h4>\n<h1 style=\"text-align: justify;\">Target Tak Jelas, Perbaikan Tata Kelola Sulit Tercapai<\/h1>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><\/h4>\n<div id=\"article_content\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Jakarta, Kompas\u00a0&#8211; Perpanjangan penundaan izin baru pembukaan hutan alam primer dan gambut dinilai tak memiliki target jelas. Tujuan akhir untuk memperbaiki tata kelola kehutanan masih jauh dari harapan.<\/p>\n<p>\u201dMoratorium yang pertama (2011-2013) mampu membuka fakta pengelolaan hutan dan gambut kita karut-marut. Setelah masalah terbuka, apa yang akan dikerjakan? Ini tak tampak dalam perpanjangan moratorium sekarang,\u201d kata Bambang Hero Saharjo, Guru Besar dan Dekan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Senin (20\/5), di Jakarta.<\/p>\n<p>Ia menanggapi penerbitan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2013 yang memperpanjang penundaan izin baru di hutan alam primer dan gambut selama dua tahun. Moratorium pertama ditandatangani Presiden Yudhoyono melalui Inpres No 10\/2011.<\/p>\n<p>Bambang Hero mengatakan, substansi Inpres No 6\/2013 dan Inpres No 10\/2011 sangat mirip. Hampir tidak ada perubahan selain kata \u201dmelanjutkan\u201d. Ia menilai, perpanjangan moratorium tak akan membawa perkembangan bagi tata kelola kehutanan.<\/p>\n<p>Secara terpisah, Ketua Satuan Tugas Persiapan Kelembagaan REDD+ Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, interpretasi dalam inpres ini luas, \u201dSekarang arahnya memperbaiki tata kelola.\u201d<\/p>\n<p>Menanggapi kritik bahwa Inpres No 6\/2013 tak melibatkan Kementerian Pertanian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menurut Kuntoro, penyelesaian masalah pertambangan dan pertanian tak harus mengacu inpres.\u00a0(ICH)<\/p>\n<p>source:\u00a0<a href=\"http:\/\/cetak.kompas.com\/read\/2013\/05\/23\/02484354\/target.tak.jelas.perbaikan.tata.kelola.sulit.tercapai\">http:\/\/cetak.kompas.com\/read\/2013\/05\/23\/02484354\/target.tak.jelas.perbaikan.tata.kelola.sulit.tercapai<\/a><\/p>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INPRES MORATORIUM Target Tak Jelas, Perbaikan Tata Kelola Sulit Tercapai Jakarta, Kompas\u00a0&#8211; Perpanjangan penundaan izin baru pembukaan hutan alam primer [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[79],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/926"}],"collection":[{"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=926"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3217,"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/926\/revisions\/3217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wg-tenure.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}